Ibu

Namanya Wasi’ah. Lahir pada 30 September 1965 dan menjadi anak ke 4 dari 5 bersaudara dari nenek dan kakekku di Jombang Jawa Timur. Pun dengan ayahku, ibuku juga menjadi anak emas yang paling diperhitungkan oleh nenek kakekku dibanding saudaranya yang lain. Sebagai anak kesayangan, ibuku memang termasuk anak yang terpandai akademisnya. Prestasi kejuaraan lomba voli juga sering diraihnya. Kakek nenek sebenarnya keluarga yang cukup berada dan dipandang di kampung. Pun begitu,  untuk pendidikan, ibu hanya mengenyam sampai bangku SMA saja. Bukan apa-apa. Lagi-lagi masalah paradigma kuno. Menurut ceritanya, dulu memang ibu pernah minta kuliah kepada nenekku, tapi tidak diperbolehkan. Yaah, tahu lah nenek kakekku masih orang jaman dahulu yang kolot yang hanya berpikir bahwa pendidikan tinggi tidak untuk perempuan. Setidaknya setelah lulus SMA ibuku kemudian mengikuti kursus menjahit. Karenanya, ibuku jago menjahit loh. Bakat itu sebenarnya menurun di tanganku. Yah, percaya atau tidak aku ini ada bakat menjahit dan bisa menjahit loh🙂 . Itu karena ibuku🙂

Menurutku, ibuku adalah wanita paling sabar dan setia sedunia yang pernah kutemui. Tidak ada duanya. Maka aku berani menyatakan bahwa ibuku adalah inspirator nomor satuku di dunia. Belasan tahun sudah ibu harus berjuang menghadapi ayah yang sakit-sakitan sampai sekarang tanpa kudengar kata menyerah bahkan putus asa keluar dari bibirnya.

Oke let’s move. Ibuku tak seidealis ayahku. Dia lebih realistis dan skeptis dengan keadaan. Dengan begitu, ayahku lah yang paling bisa menyikapinya dengan idealistis yang dimilikinya. Paling suka dengan lagunya Bang Haji Rhoma seperti ayah. Kau tahu? Bagiku, masakan ibu adalah masakan terlezat di dunia. Tak jarang aku tidak mau jika disuruh memasak dengan dalih masakan ibu lebih enak hehehhe🙂. Menjadi sosok ibu dengan 4 anak, ketika seluruh anak-anaknya berkumpul di rumah adalah nikmat tak terkira baginya dan yang paling membuatnya merasa bahagia adalah ketika melihat anak-anaknya menerima award atas prestasi di sekolahnya. Paling suka marah kalau anaknya susah sarapan plus bangun telat hehehe. Paling suka ngobrol berlama-lama denganku lewat telfon dengan gaya bicara dan nada yang khas. Yang tak pernah kulupa dan paling kurindu ketika jauh darinya adalah ketika ibu mengingatkanku akan puasa senin-kamis, membangunkanku dari tidur, dan menyiapkan segala sahur-buka puasa untukku.

Selamat pagi-siang-malam Ibu. Semoga senantiasa berbahagia. Aku selalu merindukanmu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s