Surat Ketiga Untuk Ayah

Dearest, Ayah.
Masih dengan sangat jelas kuingat tepat setahun yang lalu kalender masehi, Tuhan mengambil kembali Ayah dariku dan keluargaku untuk selamanya. Akan kutuliskan surat ketiga ini untukmu, Ayah. Berikut jutaan doa yang setiap hari kukirimkan padamu.
Baca suratku ini baik-baik seperti ketika kau mendapati surat pertama dan keduaku yang lalu. Jangan kau acuhkan. Apalagi kau buang. Karena rinduku padamu kini makin lama kian membuncah.
Aku ingin sekali bertanya padamu, Ayah. Apa kau setiap hari mendampingiku di sini, di Jakarta? Tempat tujuanku yang dua tahun lalu kau restukan untukku. Jika kau sedang tidak mendampingiku, aku maklumi. Mungkin kau pun sedang berjuang untukmu dan untuk keluargamu disana.
Jika kau tengah mengkhawatirkan keadaanku, ketahuilah. Aku sedang baik-baik saja. Dan anakmu akan selalu membawa kabar baik-baik saja dari sini.
Hanya itu yang ingin kukabarkan padamu, Ayah. Semoga tak ada lagi tangis diantara kita. Karena memang sudah saatnya tersenyum.
Ayah, aku sungguh senang Ramadhan akan segera tiba. Pastilah kau pun senang mendengarnya. Iya, kan? Dan aku sudah tak sabar ingin pulang bertemu Ibu, kakak, dan adik lalu bertemu mengunjungi makammu.
Sudah. Itu, Ayah. Kuharap malaikat dengan senang hati mengirimkan surat ketigaku ini padamu.
Depok, 8 Juni 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s