Surat Pertama Untuk Ayah

-SETAHUN-
Setahun lamanya mataku tak berjumpa dengan Ayah. Tepat 31 Januari 2013 lalu. Saat itu, siapa sangka adalah pertemuan terakhirku dengan Ayah. Ya, Ayah mengantarku kembali ke rantauanku untuk beberapa bulan ke depan tanpa pernah aku ataupun dia tahu setelah itu kami tak akan pernah berjumpa lagi. Angka terakhir di bulan Januari tahun lalu menjadi angka yang tak akan pernah terlupa dalam hidupku. Tepat 123 hari sebelum Tuhan menjemput Ayah untuk selama-lamanya, 8 Juni 2013 yang lalu. Jika kuputar kembali slot memori di kepalaku, mungkin aku tak pernah berhenti menangis walau aku tahan-tahan. Bagaimana tidak? Ayah tak seperti biasa sebelumnya yang tak pernah mengantarku ke stasiun, sore itu tampak bersemangat mengantar kepergianku dengan kondisi tubuh yang lemah karena sakit ditambah gerimis yang mengguyur kala itu tanpa ada seorang pun yang mampu mencegahnya.
Sungguh masih jelas kurasakan air matanya mengalir melepas keberangkatanku ke Jakarta. Namun terkadang memang manusia tak mampu menyadari tanda-tanda dari Tuhan. Kereta (Matarmaja) yang akan membawaku ke Jakarta waktu itu delay 3 jam. Kudengar pertama kalinya petugas memberitahuku bahwa kereta akan datang terlambat satu jam mundur jadwal. Akhirnya kutunggu selama satu jam dari jam 17.30 sampai 18.30. Kereta yang kutunggu tak kunjung datang. Kutanyakan pada petugas dan dia berkata bahwa kereta akan delay selama 2 jam. Kutarik panjang kesabaranku menunggu di stasiun Kediri bersama beberapa penumpang yang senasib lainnya. Hingga 3 jam kemudian barulah Matarmaja itu datang. Ya, 3 jam! Setelah angka 1 kemudian 2 dan kemudian 3 menggantungku. Angka yang akan berjalan maju ke depan selama 123 hari hingga hari dimana Tuhan memanggil Ayahku tiba.
Aku tak mungkin meminta Tuhan memutarkan kembali waktu itu sehingga aku bisa berlama-lama atau bahkan kuhabiskan sisa hari itu bersama Ayah. Sebersit sesal selalu ada ketika di hari terakhirnya pun aku tak sempat melihatnya, hingga kini..

Bersimpuh berjuta doa dan rindu dari putrimu..

Jombang, 31 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s