Di Atas Air

air
air

Potret rajam panas yang beranjak senja

Yang  dibenci manusia itu semakin menjelma di setiap lorong nafas

Di atas air

Ini menjadi saksi

Kian tak bisa dipahami, bahkan diresapi

Aku tahu, serentetan tinta hitam itu telah kugores

Katanya, usapan angin yang menderu itu akan mempercantik polesnya

Namun bagiku tidak!

Maka semakin mempertajam kalut hijau pekat bekas plankton-plankton  tak berdosa

Menjenuhkan siapapun yang memandang

Yah, genderang itu masih terlalu jauh untuk ditabuh

Tapi kini aku berdiri tegak di depan

Diantara kemilau kaca yang menyaksikan

Setengah terbahak menertawakan si kecil yang sedang berdiri dengan kepolosannya ini

Hingga dia kepakkan bendera kemerdekaannya

Di atas air yang merona hijau pekat

Putih oleh singsingan angin

Disini, aku berdiri

Bersama asa kekalutan yang menderai mesra

Depok, 26 Mei 2013 1.54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s