Gaul Intelek Ala Jakarta

Makan bareng :)
Makan bareng🙂

#gaulJakarta Jadi ceritanya tadi malam itu gue party makan di salah satu rumah makan Junk Food *jiaah* bareng geng penelitian yang baru-baru ini gue ikuti. Bukan party sih, lebih tepatnya perayaan! Perayaan atas penelitian kami yang “sedikit” terbebani dengan kata “pending” hahaha *I know you don’t know it*😀 Yeah seperti kebanyakan “geng” yang gue ikuti, gue adalah yang termuda diantara semuanya hahaha. Diantara kami itu adalah 2 anak Antropologi 2011 dan 2010, 1 anak Manajemen 2010, 1 anak Komunikasi 2011, 1 anak Fisika 2011, 1 anak FH 2010, 1 anak Kriminologi 2011, dan yang terakhir gue satu-satunya maba 2012 diantara mereka😀

Emang sih sebenernya jumlah geng penelitian kami itu 12 orang (yang semuanya anak-anak kota), tapi cuma 8 orang yang datang. Bukan sekedar kumpul makan-makan yah asal lo tahu. Yang ini kongkow intelek bro, aseeek😀 Yups, secara, salah satunya adalah PO GUIM (Gerakan Indonesia Mengajar) tahun lalu dan ada juga PO plus Waka GUIM tahun depan di geng gue ini. Rata-rata semuanya anak-anak mahasiswa yang aktif di dalem dan luar kampus. Dan yang pernah gue bilang tadi kita itu Geng Penelitian yang hobinya nyari-nyari space job penelitian hehe. Walaupun gue banyak diem (kerena mungkin zona senior yang *harusnya* gue gak berada disana), tapi banyak pelajaran yang gue ambil. Celoteh dan guyonan mereka sedikit banyak membuka cakrawala yang selama ini masih sempit di mata gue. Banyak cerita tentang GUIM 1 dan 2, pengalaman observasi ke luar jawa, cerita tentang kuliah masing-masing dan obrolan *ringan* soal penelitian.

Banyak obrolan ringan soal proyek-proyek yang iseng-iseng ternyata ditindaklanjuti. Nah ini nih yang gue bilang Gaul Intelek Ala Jakarta. Songong-songong tapi ngga sekedar omong kosong. Dari ngobrol banyak sana-sini muncullah suatu ide-ide untuk berbagi proyek lagi. Apa itu? *rahasia*😀Photo-00052

#kembaliJombang Yaaah intinya sih makin nambah pergaulan (dalam artian baik) itu penting. Bahkan wajib bagiku. Ini adalah sedikit pergaulanku dengan anak-anak Jakarta yang sisi baiknya bisa kuambil. Bukan bersikap apatis dengan situasi pergaulan yang ada di kampus sekuler ini, tapi selama pergaulan yang “gaul” itu ada benefit untuk kita, why not? So, bagiku, menutup diri sama sekali dari pergaulan kebarat-baratan ala metropolitan itu hal yang naïf. Dengan catatan PRINSIP itu perlu dijaga dan dilekatkan erat di diri kita! Dengan Jombang sebagai daerahku asal, banyak promosi yang kadang kuselipkan diantara pergaulanku dengan teman-teman kota disini. Cara kita untuk bisa sejajar intelek yang baik dengan mereka, kita harus banyak belajar dari kehidupan luar walaupun sedikit harus mengorbankan diri untuk mengikuti alur mainstream pergaulan mereka. Kalau Mas Munir (asdos fisika) bilang “harus berupa seperti mereka dan berlaku terdepan serupa dengan mereka tentang apa yang biasa mereka lakukan”, untuk sebuah pengakuan yang luar biasa.

Dan menurut gue, banyak cara Gaul Intelek Ala Jakarta yang dapat kita manfaatkan di Kampus sekuler metropolitan ini.

Selamat bergaul!🙂

Depok, 25 Maret 2013 jam 12.13 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s