My Japanese Course #day1

Corat-coret amatiran pertamaku nih. Bener-bener pertamakali kenal bahasa Jepang. Arigato! :D
Corat-coret amatiran pertamaku nih. Bener-bener pertamakali kenal bahasa Jepang. Arigato!😀

Hajimemashite. Atashi wa Ina desu🙂

What’s new guys?🙂 yeaaay mau cerita sedikit nih, jadi ceritanya tadi sore jam 5 itu saya mulai belajar bahasa Jepang nih sekarang hehe. Iseng sih, karena emang dari awal saya tak pernah tertarik dengan bahasa Jepang😀 Awalnya diajak oleh partner saya di fisip yang kebetulan tahu program Rumah Bahasa ini lebih dulu. Ya, Rumah Bahasa. Jadi Rumah Bahasa ini itu letaknya di kawasan Kukel alias seberang Vokasi. Nah guruku namanya Kak Lukman seorang mahasiswa tingkat akhir FIB sastra Jepang. Kebetulan Jumat ini adalah hari pertamaku masuk kelas ini. And you know what? Belajar bahasa asing yang tak pernah kita kenal sedikitpun sebelumnya adalah hal yang tak mudah hohoho. Dengan teman kelas cuma 5 orang dan saya adalah yang -sepertinya paling amatiran- ini, praktis membuatku beberapa kali mengerutkan kening. Maklum lah, baru ini aku menyentuh pelajaran bahasa yang satu ini.

Beberapa tatanan kalimat dan vocab yang baru mulai kukenal. Contohnya:

  1. Namae:  Onamae wa? = siapa namamu?

Watashi wa —- (laki-laki)

Atashi wa —- desu (perempuan)

       2. Shusshin (asal):  doko kara kimashita ka? (darimana asalmu?)

(tempat) Kara kimashita à dari datang

            Contoh: Jombang kara kimashita

        3. Indoneshia daigaku de —-(shakai fukushi)  o benkyo shiteimasu

Nah kalimat itu yang pertama dikenalkan kepada saya saat kelas sore tadi. Benar-benar asing, bukan? B) Satu lagi kata keren yang baru saya dapatkan dari guruku yaitu bahasa jepangnya Kesejahteraan Sosial, yaitu Shakai Fukushi🙂

Dan baru saya tahu juga bahwa cara perkenalan ala Jepang yang menggunakan tradisi membungkuk sebagai tanda hormat itu ada perbedaannya loh laki-laki dengan perempuan. Ojigi atau budaya membungkuk sebagai tanda penghormatan kepad aorang lain di Jepang ini dilakukan dengan menunduk sebesar 45o dengan kedua tangan di depan, sedangkan kedua tangan disamping badan merapat untuk kaum laki-laki. Yaah begitulah dari sisi ilmu budaya yang saya dapatkan di kelas baru ini.
Menyenangkan kok belajar bahasa itu, yang penting niat🙂

Yah setidaknya saya mau mencoba hal yang baru hehhe. Semoga yang kali ini bisa konsisten yaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s