Beautiful Peace Beautiful Diversity #CINTAinterfaith

CINTAIndonesia #CINTAinterfaith
CINTAIndonesia #CINTAinterfaith

 Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik di Universitas Indonesia. Berbicara tentang pluralitas agama, banyak fenomenanya saya temui di kampus saya. Kampus saya seakan seperti miniatur Indonesia. Beragam agama dan etnis budaya terpotret rapih disini. Kemudian saya melihat fenomena keberagaman Indonesia yang seakan terlihat begitu sinkron walau terkadang sempat rusuh oleh kaum ekstrimis agama, saya mulai berfikir bahwa perlu adanya suatu kegiatan yang mempunyai misi toleransi akan pluralitas. Bahwa seperti inilah Indonesia sebenarnya dengan segala keberagamanya. Kemudian saya memutuskan untuk mengikuti program Cinta Indonesia ini sebagai wadah yang tepat dan mendukung mengenai prularitas tersebut yang mengusung sikap toleransi dan saling memahami antar agama ini. Mengenai kerukunan tanpa batas perbedaan agama.

Bagi saya pluralisme adalah suatu keunikan yang menjadi ciri khas Indonesia yang telah tertanam karena budaya manusia. Fenomena pluralitas yang ada di Indonesia tak hanya dalam agama tetapi juga budaya. Mengakui akan adanya perbedaan agama dan budaya, bangsa Indonesia juga memiliki kesadaran untuk bersikap toleransi dan rukun dalam hidup berdampingan di tengah masyarakat sesuai dengan amanah Pancasila dan UUD 1945 agar tetap terjaga keberlangsungan pluralitas tersebut.

Pada kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia telah terbiasa bernaung di bawah keberagaman masyarakat yang semakin kompleks. Apabila kita perhatikan, keberagaman yang ada itulah yang menjadikan masyarakat semakin sadar akan harga “menghargai”. Seperti yang terlihat pada masyarakat Jakarta yang terdiri dari berbagai macam ras, suku, budaya, dan agama, misalnya. Banyak orang mulai melakukan ritual-ritual ibadah maupun budaya mereka sendiri-sendiri tanpa berusaha merusak atau mengganggu yang lainnya. Entah itu bermakna bahwa mereka memang benar-benar menghormati atau sebaliknya bersikap acuh, artinya mereka tidak melakukan tindakan yang mengganggu agama lainnya karena mereka tak peduli akan keberadaan perbedaan itu. Setidaknya hal tersebut adalah sikap toleransi yang telah menjadikan nyaman. Bagaimanapun, sikap tersebut membawa dampakpositif bagi perkembangan pluralitas di negeri ini. Potret toleran begitu terpampang jelas di Ibu Kota ini sehingga menjadi contoh yang baik untuk diterapkan di semua masyarakat Indonesia.

Begitu pula di tanah kelahiran saya di Kota Jombang Jawa Timur, pluralitas semakin populer disana. Contoh nyatanya adanya dua klenteng besar yang menjadi pusat kebudayaan dan keagamaan Tionghoa. Pagelaran Barongseng pun mulai diadakan oleh masyarakat konghucu di Jombang sebagai ritual keagamaan mereka. Bagi saya adanya keberagaman agama adalah suatu anugerah yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Tak ada yang perlu dipermasalahkan mengenai agama. Betapa indahnya hidup rukun antar agama seperti ketika berada di Taman Mini Indonesia Indah yang terdapat 6 tempat peribadatan, masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng secara berdampingan. Bahwa tak ada agama yang mengajarkan keburukan. Pun Allah, Yesus, Bapa, Buddhis, Sang Hyang Widhi, sama mengajarkan nilai-nilai luhurnya pada umat.

Kemudian hal yang saya lakukan untuk mewujudkan pluralitas agama di masyarakat adalah tetap menghargai setiap kepercayaan manusia karena kepercayaan adalah datangnya dari naluri yang tak bisa dipaksakan. Bahwa setiap agama yang lahir adalah anugerah bagi manusia dan wajib untuk dijaga oleh setiap penganutnya. Tak perlu bagi saya untuk mengunggul-unggulkan agama yang saya anut karena berbeda agama itu indah untuk hidup dalam suatu kerukunan. Bagi saya agama saya dan bagi mereka agama mereka.

CINTAIndonesia #CINTAinterfaith

2 Comments Add yours

  1. Tina Latief says:

    Tapi gimana dengan kasus terjadinya kelompok-kelompok tertentu dalam sebuah organisasi yang terdiri dari banyak budaya yang kemudian membentuk kelompok lagi di badan organisasi yang mewadahinya?

  2. Mereka mungkin kurang memahami essensi keberagaman. Toleransi bagi mereka hanyalah diperuntukkan bagi mereka yg sama sepemikiran dan sefaham dg sesama kaum ekstrimis. Nah itu yg menjadi PR kita untuk melenturkan mereka yg keukeuh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s