Enjoyed My Idul Fitri Without You Mom Dad: But There Was A Good Leraning

Kota Tua menjadi salah satu tujuan jalan-jalan :)
Kota Tua menjadi salah satu tujuan jalan-jalan🙂

Lebih baik disini. Rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa..” God Bless – Rumah Kita.

Kata-kata itulah yang kerap kali terngiang di otak kita. Ya, kita. Anak-anak rantauan nun jauh dari kampung halaman. Permasalahan rindu akan kampung halaman sudah tak asing lagi bagi kita, bukan? Dengan segudang kesibukan sebagai mahasiswa, setumpuk masalah -entah itu masalah dengan teman, perasaan, finansial, atau apa pun itu- yang acap kali menghampiri, terkadang membuat kita rindu akan kehadiran keluarga, ayah ibu, kakak adik di sisi kita. Rindu akan ketenangan rumah dan kehangatan kebersamaan keluarga. Apalagi ketika tubuh ini tak berdaya karena tiba-tiba sakit di kos-an. Rasa batin bukan main nelongso nya. Iya kan? Bener nggak? *plis jawab iya* ^_^
Well, itu semua hal yang wajar, kawan. Yah walaupun saya masih sebentar jauh dari rumah dan masih dibilang “anak baru kemarin siang”. Jika dibilang anak rantauan, saya masih belum apa-apa. Masih belum genap sebulan memang. Hehehe. Akan tetapi justru di masa-masa awal sebagai mahasiswa baru –anak rantauan pula- saya telah merasakan sedih bukan main ketika harus berlebaran di Depok dan bukan di kampung halaman sendiri bercengkerama bersama keluarga. Ya. Tahun ini adalah kali pertama seumur hidup saya tidak bersama keluarga ketika lebaran tiba. Walaupun sebenarnya tak sendiri, tapi saya berani jamin siapa pun yang tidak pulang kampung ketika lebaran tiba, pasti merasakan kesedihan yang sama.

Oke, baiklah kawan-kawan, dulur-dulur mari kita lupakan hal itu sejenak. Berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan ketika merasakan lebaran di rantauan. Bisa dibilang ini nyenengne ati dewe, ngelegakne ati, lan njembarne ati. Dan boleh jadi ini adalah tips-tips menangani homesick. Chek it out!
1. Lebaran Adalah Hal Biasa

Memang sih, lebaran kan setahun sekali. Tapi ketika benar-benar dalam keadaan seperti ini, coba deh hibur diri dengan mengasumsikan bahwa lebaran juga begitu-begitu saja isinya. Seperti biasa, sholat ‘ied, salam-salaman, makan-makan, kesana-kemari ke sanak saudara. Anggap saja hal itu sudah biasa kita lakukan sehari-hari dan bisa kita lakukan di hari lain. Apalagi sekarang teknologi sudah canggih. Kita bisa bermaaf-maafan via jejaring sosial dan alat komunikasi yang ada. Pasti mereka –sanak saudara- akan mengerti dan memberikan dukungan serta respon yang baik juga.

2. Lihat Sisi Lainnya

Ada baiknya juga kita musti memikirkan hal-hal setelahnya. Misalnya dengan berpikiran bahwa “Apabila saya pulang nanti saya pasti malas mengerjakan tugas-tugas kuliah dan akan tertunda untuk dikerjakan karena saya akan terlalu sibuk dengan kegembiraan bersama keluarga, sanak saudara dan sebagainya”. Apalagi yang masih maba, pasti banyak tugas-tugas PSAU, PSAF, Ospek Jurusan yang mungkin harus dikerjakan secara berkelompok dan ketika itu kita harus sering kali melakukan kerja bersama. Bayangkan jika kita sedang di rumah, kapan kita akan mengerjakannya?

3. Hindari Sinema Keluarga

Bukan kita mau melupakan keluarga kita sih. Cuma jangan terlalu sering juga menonton film,  sinetron, atau apa pun yang biasanya ketika di rumah ditonton bersama-sama oleh keluarga kita karena hal itu akan semakin mengingatkan kita akan keberadaan keluarga kita. Alih-alih menghibur diri malah membuat kita menitikkan air mata teringat mereka. Iya kan? Alternatif lain kita bisa menonton komedi atau pun film-film yang menurut kita lucu karena akan membuat pikiran kita semakin rileks.

4. Refreshing

Menenangkan pikiran, sekali-kali boleh lah kita bepergian kesana-kemari ke tempat hiburan atau ke tempat yang kita anggap cukup menarik dan menyenangkan. Apalagi ketika lebaran Kota Jakarta lengang sekali. Serasa kota milik pribadi, ya kan? Ajak teman-teman atau bahkan teman seperjuangan –sama rantauan- agar kita bisa merefleksikan perasaan bersama-sama secara bebas. Oh iya, bisa juga acara praktikum mata kuliah atau kegiatan turun lapangan kita jadikan ajang refreshing loh. Yups, sambil menyelam minum air. Hehe

5. Pererat Tali Pertemanan

Ini dia bagian yang paling penting dalam kamus anak-anak rantauan. Yups. Mempererat tali pertemanan dan persahabatan bisa mengobati rasa ridu kita akan hangatnya kebersamaan dan kekeluargaan yang biasa kita dapatkan di rumah. Berikan perhatian dan kepedulian sebagaimana mereka adalah saudara kita. Terutama kita dulur, keluarga IMUIJO yang akan jadi tempat “kembali” ketika kita merasa haus akan suasana kampung halaman, Kota Jombang tercinta. Cara ini yang paling ampuh layaknya obat mujarab dari Cina yang akan sedikit banyak mengobati rindu kita akan Jombang. Seringlah berkonsultasi dan sharing dengan keluarga IMUIJO yang lebih kita tuakan. Hal paling kecil saja, sms misalnya, itu bisa sedikit sedikit mendekatkan hubungan kita semua. Sampaikan salam diantara semuanya. Bisa juga saling guyon-guyon melalui jejaring sosial. Atau apa pun hal bisa dilakukan untuk memperdekat hubungan satu sama lain sesama keluarga IMUIJO. Karena dengan siapa lagi kita bisa merasakan aroma Jombang selain dengan keluarga besar IMUIJO. Ya ngga? ^_^

6. Ingatlah Ini

Satu hal lain yang penting untuk kita lakukan di rantauan agar membuat kita bertahan untuk jauh dari keluarga dan kampung halaman kita yaitu motivasi. Sangatlah besar peran motivasi disini sebagai pompa semangat kita. Besar kecilnya energi semangat yang dihasilkan oleh motivasi ini tergantung pada seberapa besar kita mengondisikan diri kita dengan keadaan. Maka sebaiknya dari awal kita sudah punya obyek motivasi sebagai pendorong semangat untuk tetap bertahan pada tujuan awal kita yaitu Tholabul ‘Ilmi. Ya. Kita semua di Depok ini, di Kampus kita semua ini tujuannya adalah mencari ilmu, bukan? Dan motivasi terbesar dan paling lama terpatri adanya hanya dari datang dari diri kita sendiri. Maka marilah kita menanamkan suatu motivasi dan penyemangat ke dalam benak dan fikiran kita supaya tidak sedikit-sedikit “ah males ngerjain tugas”, “ah kangen rumah”, “ah kangen mama papa”. Kalau bukan dari diri sendiri siapa lagi yang akan memotivasi kita, kawan?

Kerinduan akan keluarga dan aroma kampung halaman memang hal yang terkadang membuat kita merasa kerdil di rantauan. Akan tetapi permasalahan itu bukan untuk dihadapkan jika tanpa penyelesaian. Apa pun yang membuat kita homesick  bisa diatasi dengan cara kita masing-masing. Maka tak berlebihan jika saya menyertakan sebuah motivasi berikut sebagai pompa semangat kita semua agar –sebagai pencari ilmu- konsisten dengan tujuan awal kita merantau. Semoga apa pun permasalahan yang kita hadapi di rantauan ini tak akan membuat kita lengah dengan tujuan dan niat awal kita untuk menuntut ilmu.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jka tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

Imam Syafi’i

One Comment Add yours

  1. Mark says:

    I discovered your “Enjoyed My Idul Fitri Without You Mom Dad: But There Was A Good Leraning | Another Side of Mine” page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get traffic from and they let you try it for free. I managed to get over 300 targetted visitors to day to my website. Check it out here: http://voxseo.com/traffic/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s